Foto : Dokumentasi
SOLO, SUARASOLO.id – Ketegangan mewarnai kawasan Pasar Klewer, Solo, pada Rabu (18/2) sore. Ratusan personel Satpol PP nyaris terlibat bentrok fisik dengan pedagang takjil musiman yang hendak mendirikan tenda jualan. Insiden ini dipicu oleh penerapan Surat Edaran (SE) Walikota Solo, Respati Ardi, yang melarang aktivitas dagang di jalan protokol dan trotoar.
Para pedagang yang hendak berjualan takjil mendapat penjagaan sejumlah elemen masyarakat, sempat berhadapan dengan ratusan anggota Satpol PP yang sudah berjaga lebih dahulu di depan Pasar Klewer.
“Peristiwa tersebut sempat terjadi bersitegang bahkan mau adu fisik, namun setelah Ketua Komisi II DPRD Kota Surakarta dan Wakil Walikota Solo turun tangan melalui komunikasi intens dengan pihak-pihak terkait, adu fisik dapat dicegah,” jelas Burhan Hilal, salah satu tokoh masyarakat yang mendukung pedagang takjil tetap diberi ruang untuk berjualan di tepi jalan umum menjelang Buka Puasa.

Para pedagang memprotes kebijakan tersebut karena dinilai diskriminatif. Gus Burhan, sapaan akrab Burhan Hilal, menyebutkan bahwa di sepanjang Jalan Dr. Rajiman banyak pedagang lain yang tetap diperbolehkan berjualan di tepi jalan.
“Ini perlakuan diskriminatif bagi pedagang takjil yang hanya berjualan menjelang buka puasa,” tegas tokoh muda NU tersebut.
Meski SE Walikota belum resmi dicabut, Wakil Walikota Solo akhirnya memberikan lampu hijau bagi para pedagang. Untuk hari-hari berikutnya, pedagang takjil diizinkan berjualan di tepi jalan protokol dengan syarat ketat: tidak mengganggu ketertiban umum dan tidak menghambat arus lalu lintas.

Di sisi lain, Kasatpol PP Solo, Didik, menegaskan bahwa tindakan pihaknya murni untuk menegakkan aturan. Ia menyatakan tidak memperbolehkan para pedagang takjil untuk berjualan di tepi jalan di depan Pasar Klewer.
Alasannya mengamankan SE dari Walikota Solo yang melarang pedagang takjil berjualan di jalan protokol maupun di trotoar.

“Kalau sudah ada perintah dari Walikota untuk memberikan kesempatan bagi pedagang untuk berjualan, saya tidak akan berada disini,” kata Didik.
Dia merasa belum mendapat perintah dari Walikota untuk memberikan kesempatan bagi pedagang takjil untuk berjualan. “Beliau saat ini sedang beribadah umroh,” paparnya.
VA PAULO /*

